BLOG COMPETITION

Langkah Sederhana Untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Isu-isu global warming sebenarnya udah lama banget digaungkan. Isu ini udah lama juga saya dengar dari mulai masih duduk dibangku sekolah bahkan sampai sekarang pun masih sering mendengarnya. 

Dampak yang paling terasa akhir-akhir ini dengan adanya perubahan iklim adalah cuaca yang semakin tidak menentu. Seperti di Indonesia, dulu waktu masih sekolah itu saya inget banget menghafal kapan waktu hujan dan kemarau tiba. Rumus yang paling gampang adalah dengan nama bulan, misal kalau udah masuk bulan september, oktober atau yang berakhiran ‘ber’ itu pasti sudah masuk musim penghujan. Dan kalau sudah masuk bulan maret itu sudah masuk musim kemarau.

Sedangkan sekarang, rasanya udah ga bisa pakai rumus itu lagi. Karena efek dari perubahan iklim yang cukup signifikan. Hal ini terjadi tidak hanya di Indonesia tapi juga seluruh dunia mengalaminya.

Daerah yang biasanya selalu terasa dingin mulai terasa panas. Daerah yang biasanya memang panas terasa lebih panas lagi. Belum lagi bencana seperti banjir, longsor sudah sering terjadi akhir-akhir ini. 

Para penggiat lingkungan #MudaMudiBumi semakin gencar menginfokan tentang bahayanya perubahan iklim, global warming dan lain sebagainya. Info mengenai isu ini pun sudah tersebar luas. Selain info tentang isu perubahan iklim, info tentang penanggulangan untuk menyelamatkan bumi ini pun sudah semakin mudah dicari dan diakses. Tinggal kita yang mau untuk  #TimeforActionIndonesia.

Lalu langkah apakah yang bisa kita lakukan untuk ikut andil menyelamatkan bumi dari isu ini? Berikut ini adalah beberapa langkah kecil dari kegiatan harian yang yang biasanya saya lakukan juga bisa dipraktekan oleh teman-teman demi menjaga #UntukmuBumiku dan inilah saatnya #TimeforActionIndonesia.

Membawa Botol Minum dan Tempat Makan

Dari masih sekolah Alhamdulillah saya sudah terbiasa untuk membawa botol minum atau tempat makan. Karena memang waktu masih sekolah bahkan sampai kerja pun saya masih suka membawa minum dari rumah dan membawa bekal makan. 

Untuk tempat makan memang belum terlalu sering seperti membawa botol minum. Tapi setidaknya saya pernah melakukan kegiatan ini. Dengan tujuan untuk mengurangi plastik sekali pakai. Dan semoga kedepannya saya semakin sering untuk membawa tempat makan sendiri ketika membeli makanan.

Bertanggung Jawab dengan Makanan

Isu tentang sisa makanan ini juga banyak sekali. Tanpa sadar ketika kita tidak bertanggung jawab dan tidak menghabiskan makanan ini pun menambah karbon di bumi dan sangat membahayakan juga untuk kesehatan di lingkungan sekitar.

Untuk mencegah emisi tambahan karbon berbahaya dari sisa sampah makanan, lebih baik ambillah porsi makanan secukupnya. Jika memang masih merasa kurang, baru ambil lagi. Ingat juga, selain dampak ke lingkungan, masih banyak orang yang kelaparan di dunia ini. Jadi bijaklah sama makanan yang kita makan dan kita beli.

Menggunakan Tas Kain

Penggunaan tas yang bisa dipakai berulang ini sudah semakin banyak orang yang mulai melakukannya. Mungkin saat pertama kali masih terasa aneh, tapi lama kelamaan akan terbiasa juga. 

Sebisa mungkin bawa selalu tas kain saat bepergian, karena akan berguna ketika kita mendadak membeli sesuatu. Jadi ga usah pakai kantong keresek lagi deh. Saya pun kalau ke pasar terutama selalu membiasakan untuk selalu membawa tas kain ini. Dan mulai menolak pakai kantong keresek dari penjualnya.

Memilah Sampah

Memilah sampah ini emang pe-er banget karena emang ga mudah. Apalagi kalau emang belum terbiasa rasanya pasti berat banget buat mulainya. Sebetulnya sekarang udah makin banyak bank sampah yang nerima kaya sampah plastik, sampah elektronik dan lain-lain. Tinggal rajin cari info dan mulai buat memilah sampah dan tanggung jawab sama hasil sampah yang dipakai. 

Beberapa cara saya waktu memilah sampah adalah dengan membuat ecobrick dan ecoenzim. Lalu untuk sampah plastik, dan sampah daur ulang lainnya saya coba kirim kan ke bank sampah yang ada di sekitar rumah supaya bisa didaur ulang lagi oleh mereka.

Untuk memilah sampah ini saya masih perlu banyak belajar dan istiqomah. Walaupun sulit, tapi insyaallah pasti bisa. Yok bisa yok!

Upcycle Pakaian dan Mencoba Hidup Minimalis

Sampah pakaian juga menjadi salah satu peer khususnya bagi saya. Dulu mungkin saya masih sering beli baju baru dan baju lama makin menumpuk. Biasanya saya suka sumbangin baju yang masih layak pakai ke orang yang emang membutuhkan. Tapi pr selanjutnya adalah dengan baju yang udah ga layak pakai harus diapakan?

Akhirnya kemarin saya sempat mencoba membuat alas duduk dari pakaian yang kurang layak pakai. Pakaian yang sudah tidak bisa diselamatkan, pakaian yang ga mungkin disumbangin juga akhirnya saya rubah jadi alas duduk. Mulai dari sarung bantal sampai ke isian alas duduknya saya manfaatkan pakaian-pakaian yang emang udah kurang layak pakai. Dan yes, cara ini berhasil merubah pakaian yang ga layak pakai jadi berguna lagi.

Kalau nonton atau cari-cari di internet banyak banget ko cara buat upcycle baju lama jadi kaya baru lagi. Mulai dari mix and match sampai diubah ke benda lain yang masih bisa dimanfaatkan.

Selain itu sekarang saya mencoba untuk hidup minimalis. Menggunakan pakaian ataupun barang yang emang benar-benar akan dipakai di kehidupan sehari-hari. Kalau barang yang masih bagus saya lebih memilih untuk menyumbangkannya saja.

Selain rumah terasa lebih luas karena ga menumpuk barang yang jarang banget dipakai, tapi hati jadi lebih tenang juga karena waktu untuk beres-beres rumah pun jadi semakin singkat hehe. 

Nah, gaya hidup minimalis ini juga lagi trend lho beberapa tahun kebelakang ini. Walaupun baru memulai, setidaknya ini salah satu langkah saya #UntukmuBumiku.

Berjalan Kaki

Kalau bepergian ke tempat yang jaraknya ga begitu jauh, saya dari dulu selalu membiasakan untuk berjalan kaki. Selain hemat uang, ga nambahin karbon berbahaya di bumi, tapi sehat juga. Yah, itung-itung olahraga kan lumayan. Contohnya waktu mau pergi ke pasar, karena kebetulan emang jarak dari rumah ke pasar itu kalau jalan kaki paling sekitar 10-15 menit aja.

Dulu waktu masih kerja pun saya sering pulang pergi jalan kaki. Jaraknya itu dari tempat kost ke kantor sekitar 2 km dan kalau jalan kaki itu sekitar 20 menit. Karena emang udah terbiasa buat jalan kaki, jadi ya biasa aja kalau menurut saya.

Beberapa kegiatan sederhana yang bisa dilakukan di kehidupan sehari-hari di atas itu mungkin terlihat sepele. Tapi bayangkan, kegiatan sederhana itu kalau banyak yang melakukannya juga pasti akan berpengaruh. 

Ayo kita mulai dari langkah kecil, langkah sederhana, dimulai dari diri sendiri, lingkungan rumah dan semoga semakin banyak orang yang mulai melakukan mitigasi perubahan iklim ini.

Maka dari itu, sebagai bentuk peringatan hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober ini, saya sebagai #MudaMudiBumi akan meneruskan langkah kecil saya #UntukBumiku dan untuk mitigasi perubahan iklim. Inilah saatnya saya melanjutkan #TimeforActionIndonesia.

(Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog #MudaMudiBumi Saatnya Anak Muda Bergerak untuk Mitigasi Perubahan Iklim yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network pada periode 1-31 Oktober 2021).

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *