BLOG COMPETITION

#Day30 Penghujung Ramadhan, Harapan dan Doa

Setelah kemarin malam mendengar keputusan sidang isbat, puasa tahun ini pun ditetapkan dan digenapkan menjadi 30 hari. Sehingga kita baru bisa melaksanakan shalat Idul Fitri pada hari kamis, 13 Mei 2021.

Hari ini adalah hari terakhir kita menjalankan ibadah puasa. Rasanya sedih sekali karena Ramadhan tahun ini cepat sekali berlalu. Meskipun begitu masih ada waktu bagi kita sampai waktu berbuka nanti untuk terus meningkatkan ibadah kita, bukan malah sebaliknya.

Alhamdulillah, pada hari ke-30 ini pun saya bisa menuntaskan challenge dari Blogger Perempuan Network. Selama satu bulan full di bulan Ramadhan ini untuk pertama kalinya mengikuti challenge menulis dengan tema yang berbeda setiap harinya.

Penghujung Ramadhan

Biasanya mendekati akhir Ramadhan dengan kebiasaan yang sudah melekat pada orang-orang Indonesia, ibu-ibu di rumah sudah sibuk menyiapkan makanan khas lebaran. Dan anak-anak kecil sudah tak sabar ingin mengenakan baju baru.

Orang-orang yang sudah bekerja, biasanya akan menyiapkan thr untuk anak-anaknya atau pun ponakannya yang masih kecil-kecil. Bagi yang belum menikah, bahkan yang sudah menikah pun tak luput dari sebuah pertanyaan “Kapan……?” dan dengan sederet pertanyaan lainnya yang tidak ada hentinya. 

Pertanyaan yang mungkin terlihat sepele dan mungkin biasa saja, tapi tidak semua orang bisa dengan santai menanggapi pertanyaan-pertanyaan itu. Dari pada mempertanyakan pertanyaan “Kapan…?” lebih baik kita doakan saja yang terbaik.

Tapi, dibalik semua kesibukan kita menyambut hari raya di sini, di belahan dunia lainnya khususnya saudara seiman kita di Palestina sedang kesulitan karena beberapa hari terakhir mereka diserang oleh pasukan Zionis yang terus-terusan membombardir sehingga banyak korban yang berjatuhan.

Mulai dari anak-anak, wanita, lansia dan laki-laki pun banyak yang menjadi korban akibat serangan dari pasukan Zionis. Dan setiap hari semakin banyak pula korban-korban yang berjatuhan akibat serang tersebut.

Saudara-saudara seiman kita yang terus berjuang di garis depan untuk mempertahankan Al Aqsa yang merupakan menjadi kiblat pertama umat muslim. Pedih dan sedih rasanya setiap melihat berita-berita tentang saudara seiman kita yang tak henti-hentinya terus diserang oleh pasukan Zionis.

Sedangkan kita disini masih bisa ‘bebas’ melakukan aktivitas, masih bisa beribadah meskipun sekarang sudah mulai ‘dibatasi’. Tapi berbeda dengan saudara-saudara umat muslim di Palestina, yang setiap saat harus siap dan waspada dari serangan-serangan tentara Zionis yang menyerang. 

Mendekati awal Ramadhan dan penghujung Ramadhan tahun ini, beberapa ulama besar dipanggil oleh Allah karena Allah rindu dengan mereka. Dan betapa ruginya kita, karena satu persatu pula Allah mencabut ilmu dari muka bumi ini dengan meninggalnya para ulama.

Harapan dan Doa

Bulan Ramadhan pada tahun ini akan segera usai, semoga kita semua bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan Ramadhan berikutnya. Selain berharap bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan di tahun-tahun yang akan datang, saya juga berharap dan terus berdoa agar pandemi ini segera usai pula.

Supaya, tidak ada lagi rasa khawatir ketika akan bersilaturahmi dengan keluarga, saudara dan teman-teman. Supaya tidak perlu lagi khawatir untuk melakukan ibadah di masjid-masjid, supaya tidak perlu khawatir lagi untuk melakukan berbagai aktivitas lainnya.

Memang banyak pelajaran yang bisa kita ambil setelah menjalani dua kali Ramadhan dengan kondisi masih pandemi. Banyak yang sudah lelah dan jenuh juga karena pandemi belum usai karena segala sesuatunya menjadi terbatas dan terasa parno.

Saya berharap, khususnya bagi saya sendiri, semoga ibadah-ibadah yang saya kerjakan selama bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah meskipun banyak sekali kekurangannya. Sehingga, selama bulan Ramadhan kita semua ditempa agar semakin memperbanyak ibadah, semakin mendekatkan diri kepada Allah menjadikan kita semua terbiasa.

Terbiasa bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan ibadah, terbiasa berpuasa sunah, terbiasa melantunkan ayat-ayat suci Al Quran dan beragam ibadah lainnya yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Semoga saudara muslim yang ada di Palestina dan di belahan dunia lainnya yang sedang tertindas selalu diberikan perlindungan dan dijaga oleh Allah SWT. Dan semoga para ulama yang telah dipanggil terlebih dahulu diberikan tempat terbaik di sisi Allah. Dan Semoga kita tidak menjadi kaum yang bodoh karena meninggalnya para ulama.

Harapan dan doa lainnya semoga saya masih bisa terus konsisten membuat konten per harinya setelah mengikuti 30 day challenge dari Blogger Perempuan ini. Terlepas apakah nanti akan menang atau tidak, walaupun pasti berharap menang sih hehe. 

Semoga setelah challenge ini saya bisa selalu konsisten membuat konten yang mudah-mudahan selalu bermanfaat untuk yang membaca dan khususnya bagi saya sendiri. Dan bisa menjadi salah satu blogger perempuan yang dapat menginspirasi yang selalu menebarkan manfaat, Aamiin.

Di penghujung Ramadhan dan akan segera menyambut bulan Syawal, saya mau meminta maaf kepada semua teman-teman yang telah mengunjungi blog saya jika, jika ada tulisan-tulisan saya yang kurang berkenan dengan segala kekurangannya.

Dan saya pun selalu berterima kasih kepada teman-teman yang telah mengunjungi blog saya dan ikut meramaikan dengan berkomentar di blog saya ini. Meskipun masih banyak kekurangan, semoga blog saya selalu bermanfaat juga untuk semuanya khususnya saya.

Dan selamat hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin ^_^.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published.