MARRIAGE LIFE

STOP! Pertanyaan ‘Kapan Punya Anak?’

Beberapa hari yang lalu tepat tiga tahun usia pernikahan saya dan suami. Walau masih bisa dibilang usia pernikahannya masih seumur jagung, tapi kalau buat kami rasanya ko udah tiga taun aja ya haha. Padahal berasa baru kemaren deh nikahnya haha. 

Tapi walaupun baru tiga tahun tentunya kami pun pasti ngalamin yang namanya suka duka selama menjalani kehidupan sebagai suami istri. Mengalami suka duka dalam pernikahan itu hal yang wajar. Dan pastinya akan selalu dialami oleh setiap pasangan suami istri. 

Mungkin suka duka yang dialami akan berbeda tapi ga menutup kemungkinan ada beberapa pasangan suami istri yang mengalami suka duka sama dengan pasangan yang lainnya.

Suka Duka Dalam Pernikahan

Beberapa pasangan mungkin ada yang sama-sama sudah sukses di umur tertentu, sedangkan yang lainnya mungkin masih berusaha membangun kesuksesannya. Beberapa pasangan mempunyai mertua yang sangat mendukung keluarga kecilnya, sedangkan yang lainnya mungkin kebalikannya bahkan mungkin sering bertengkar. 

Ada juga mungkin yang justru orang tuanya sendiri yang sering bertolak belakang pendapatnya, tapi yang lainnya selalu mendukung. Beberapa pasangan suami istri ada yang diberi keturunan cepat, ada juga yang harus bersabar selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun untuk mempunya anak.

Intinya setiap pasangan suami istri pasti memiliki suka dukanya tersendiri, bisa sama dengan beberapa pasangan bisa juga berbeda. Tapi setiap pasangan suami istri juga pasti punya caranya masing-masing untuk menghadapi suka duka tersebut.

Kapan Punya Anak?

Mungkin banyak sekali pasangan suami istri yang mendapatkan sebuah pertanyaan klasik ini. ‘Kapan punya anak?’. Pertanyaan yang mungkin awalnya bertujuan dari rasa care atau perhatian, tapi ga semua pasangan bisa dengan senyuman menjawab pertanyaan itu.

Saya dan suami juga sering sekali mendapatkan pertanyaan ini. Dari awal menikah sampai sekarang umur pernikahan sudah memasuki tahun ke-3. Biasanya kebanyakan pertanyaan ini justru muncul dari orang-orang terdekat, salah satunya adalah keluarga besar.

Untuk case saya, alhamdulillah baik orang tua, keluarga inti, bahkan sampai mertua saya pun tidak pernah menuntut untuk segera punya anak. Mereka selalu mendoakan kami agar selalu diberikan yang terbaik diwaktu yang tepat. Yes, ini adalah rezeki yang selalu saya dan suami syukuri karena memiliki keluarga yang menjadi support system terbaik.

Tapi, anehnya orang lain adaaaa aja yang mulutnya gatel haha. Mungkin bagi beberapa orang yang belum juga dikaruniai seorang anak udah ga asing lagi dengan beberapa pertanyaan ini.

“Kapan punya anak?”

“Ga usah ditunda-tunda punya anak, ntar keburu tua”

“Kasian tu orang tua kamu pengen cepet-cepet nimbang cucu”

“Keduluan sama si A tu udah punya anak lagi”

Saya dan suami memang lebih sering mendengar pertanyaan ini dari beberapa keluarga besar. Tapi, alhamdulillah saya dan suami bukan tipe yang baper sama pertanyaan-pertanyaan itu. Kalau udah denger pertanyaan itu biasanya saya cuma bilang “Doain aja” atau “Mungkin masih disuruh pacaran”. 

Tapi ya kadang saya pun ada ngerasa cape denger pertanyaan-pertanyaan itu. Kaya udah bosen aja gitu ditanyain itu mulu dan kalo mood lagi jelek pasti adalah sesekali nyesek juga ditanyain pertanyaan yang ga kreatif itu haha.

Suka heran deh sama orang-orang yang nanya kaya gitu haha. Bagi saya dan suami yang menjalani pernikahan dan yang merasakannya sendiri, suka ngerasa lucu dan heran dengan orang-orang yang selalu menanyakan ‘kapan punya anak?’ ini. 

Terus sambil mikir, mereka yang suka nanya-nanya pertanyaan itu ga cape apa ngurusin idup orang laen? Kenapa ga sekalian bantuin biaya hidup kami aja dari pada cuma nanya kapan punya anak? Heran haha. 

Mungkin bagi beberapa pasangan ada yang memang sengaja menunda buat punya anak. Mungkin beberapa pasangan ada yang memang punya masalah dengan kesuburan. Mungkin bagi beberapa pasangan tidak bermasalah dengan kesuburannya tapi mereka memang belum diberi cepat. Mungkin beberapa yang sudah diberi cepat juga justru ada yang tidak siap dan masih banyak lagi masalah-masalah lainnya.

Jadi please STOP pertanyaan ‘kapan punya anak?’ ini. Karena ga semua orang bisa menjawabnya dengan senyuman. Urusan punya anak ini hanya Allah yang tahu. Kalau udah usaha, udah berdoa juga tapi belum juga dikaruniai anak ya berarti emang harus bersabar dulu. Mungkin ikhtiar dan doanya harus lebih kenceng lagi. Mungkin Allah punya skenario lain yang lebih baik untuk saya dan suami saya juga pasangan suami istri lainnya yang masih sama-sama berjuang untuk mempunya anak.

Dari pada menanyakan kapan punya anak, mungkin lebih baik doakan saja para pasangan yang sedang berjuang untuk mempunyai anak. Support mereka dengan doa-doa terbaik, atau kalau punya rezeki lebih bisa support mereka dengan bantuan biaya untuk melakukan pengobatan dan lain sebagainya. Dan kalau ga bisa keduanya, lebih baik support mereka dengan STOP pertanyaan itu.

Buat temen-temen yang sama-sama lagi berjuang, tetap semangat ya. Mari terus ikhtiar, sabar, ikhlas dan terus berdoa sekuat tenaga. Semoga Allah memberikannya diwaktu yang tepat menurut Allah dan pasti diberikan di waktu terbaik Nya.

Sembari berusaha dan berdoa, mungkin memang saya dan suami diberikan waktu lebih untuk berduaan dulu. Sambil terus menambah ilmu parenting dan ilmu-ilmu lainnya yang akan berguna ketika akhirnya kami dikaruniai anak. Sambil terus menyiapkan fisik dan mental yang lebih kuat lagi untuk mendidik anak-anak kami nanti agar menjadi orang tua yang cerdas.

Buat temen-temen yang udah nikah dan masih belum juga dikaruniai anak, biasanya kalian suka ngelakuin atau jawab apa kalau ditanyain kapan punya anak? Boleh share di kolom komentar ya. 

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *