LIFE JOURNAL

Pengalaman Belajar Bahasa Jepang Di Jepang

Jepang, salah satu negara yang ingin saya kunjungi dan negara yang ingin saya tuju untuk belajar bahasa Jepang lebih lanjut. Kebetulan memang saya lulusan dari jurusan sastra Jepang di salah satu Universitas di Bandung. Tapi mungkin belum ada rezeki untuk datang langsung kesana, ya tak apa, kalau sudah ada rezekinya pasti bisa kesana.

Kali ini saya mau berbagai pengalaman dari salah satu teman dekat saya, teman kost dan kerja, temen curhat, temen jajan sambil bergalau ria, temen yang sensitif (gampang banget terharu dan nangis) haha. Dia tu udah kaya keluarga sendiri, si kecil cabe rawit tapi otaknya ga sekecil cabe rawit. Badannya dia tu emang imut bahkan masih sering dikira anak sekolahan hihi dan sekarang lagi nge-fans banget sama BTS dan jadi bias-nya Joongkok haha.

Nama temen saya ini Wina Renanda biasa dipanggil Wina. Waktu dia dapet tawaran buat belajar bahasa Jepang di Jepang, dengan berbagai dramanya yang kadang lucu dan cukup menegangkan buat dia. 

Drama pas akhirnya harus resign dari kantor, drama pas pulkam kejebak banjir di jalur kereta sampe nyampe ke tempat tinggalnya kurang lebih sekitar 30 jam, drama dokumen persiapan dan lain-lainnya. Tapi akhirnya dengan berbagai drama yang dialami pun akhirnya berangkat juga dan belajar disana juga.

Pengalaman Belajar dan Kehidupan di Jepang

https://www.instagram.com/winarenanda/

Wina ini belajar bahasa Jepang di Jepang dengan nama program yang sering disebut dengan nihongo gakko atau sekolah bahasa Jepang di Jepang. Level yang diadakan itu biasanya semua level jadi dari N5 – N1 ada. 

Sebagai informasi kemampuan bahasa Jepang itu biasanya ditentukan dengan level “N” singkatan dari Nouryoku atau kemampuan level bahasa Jepang, dengan level paling dasar adalah N5.

Program Pembelajaran
https://www.instagram.com/winarenanda/

Untuk mengetahui level bahasa Jepangnya biasanya harus mengikuti tes JLPT (Japanese Language Proficiency Test) atau yang dalam bahasa Jepang dikenal dengan Nihongo Nouryoku Shiken dan biasanya tes ini diadakan 1 tahun 2 kali yaitu pada awal bulan Juli dan awal bulan Desember setiap tahunnya di seluruh dunia.

Untuk mengetahui level kelas di nihongo gakko ini dilakukan placement test di masing-masing sekolahnya. Jadi nanti akan dimasukan ke kelas yang sesuai dengan level kemampuan bahasa Jepangnya. 

Program nihongo gakko ini biasanya berdurasi antara 1 – 2 tahun. Awal pembelajaran di nihongo gakko biasanya dilakukan antara bulan Januari, April, Juli, Oktober tergantung dari masing-masing sekolah nihongo gakko. Ada juga yang mengadakan hanya 2 kali periode masuk sekiat bulan April dan Oktober.

Dengan sistem jam pelajaran umumnya dibagi menjadi kelas pagi dan siang. Jadi biasanya dalam 1 hari belajar selama 3 jam. Dalam 1 minggu belajar 5 hari (senin – jumat). Wina ini 

Wina mengikuti program yang berdurasi 2 tahun pada awalnya, dengan mengambil kelas pagi supaya pada siang atau sore harinya dia bisa mengambil kerja sambilan atau part time.

Biaya Pembelajaran
https://www.instagram.com/winarenanda/

Untuk biayanya itu sebetulnya tiap sekolah beda-beda, kalau yang diikuti oleh Wina ini biaya yang harus dikeluarkan adalah 630.000 Yen atau sekitar Rp 75.000.000,-. Sistem pembayarannya pun berbeda setiap sekolahnya, umumnya bisa dicicil dengan cara sekolah sambil kerja part time untuk mencicil pembayaran sekolahnya.

Wina tertarik mengikuti program ini karena kebetulan ada tawaran, ingin menambah kemampuan bahasa Jepang, ingin tahu kalau hidup di Jepang itu seperti apa dan juga karena sudah belajar bahasa Jepang selama bertahun-tahun merasa kalau belum pergi kesana merasa kurang afdol.

Setelah 1 tahun berjalan Wina memutuskan untuk tidak melanjutkan programnya. Kalau di sekolah tempat dia belajar tidak ada penalti, tapi untuk sekolah lain saya juga kurang tahu apakah ada penalti atau tidak kalau tidak sesuai kontrak awal. Karena tidak selesai dalam waktu 2 tahun jadinya hanya mendapatkan sertifikat yang menyatakan telah lulus tapi tidak mendapatkan ijazah.

Persiapan & Dokumen yang Diperlukan
https://www.instagram.com/winarenanda/

Untuk dokumen yang diperlukan umumnya adalah form pendaftaran, CV, ijazah terakhir, transkrip nilai atau raport, dan pasfoto. Form pendaftaran dan CV biasanya sudah ada format yang ditentukan oleh masing-masing sekolah.

Kemudian ada juga dokumen seperti penanggung biaya, kartu identitas, surat pernyataan kesanggupan menanggung biaya dan bukti rekening koran. Biasanya dokumen ini diperlukan untuk pembuatan visa. Dokumen-dokumen tadi bisa saja berbeda, tapi umumnya dokumen yang diperlukan itu yang tadi disebutkan di atas.

Karena Wina kebetulan berangkat sekitar bulan April ketika masih musim semi atau dikenal dengan haru dengan suhu yang masih terbilang adem, jadi tidak ada persiapan pakaian yang terlalu ribet karena suhunya masih mirip dengan suhu Bandung dan Malang. Paling bawa stok makanan untuk awal bertahan hidup di sana seperti indomie dan boncabe haha.

Tips Bertahan Hidup di Jepang
https://www.instagram.com/winarenanda/

Untuk bertahan hidup di sana itu sebetulnya susah-susah gampang. Kalau mau hidup hemat dengan 30.000 Yen/bulan itu bisa. Tapi kalau makannya selalu di luar pasti tidak akan cukup dan biasanya yang mahal disana itu makan dan transportasi.

Kalau tinggal bareng-bareng dan suka masak bareng itu bisa banget dengan 30.000 Yen /bulan disana, itu pun sudah bisa jajan. Tapi ya tergantung masing-masing orangnya, bahkan ketika awal-awal Wina bisa bertahan hidup dengan 20.000 Yen/bulan di sana.

Makanan Halal
https://www.instagram.com/winarenanda/

Mencari makanan halal di sana itu sudah semakin banyak, tapi tempatnya masih di kota-kota besar. Karena kebetulan Wina tinggal di Saitama, jadinya kalau mau makan ke tempat makan halal itu harus ke Tokyo. Di daerah Akihabara, Tokyo ada cafe yang namanya Cinta Jawa Cafe salah satu tempat makanan halal yang Wina suka.

Di tempat itu ada menu-menu makanan Indonesia seperti bebek goreng, nasi padang, martabak dan lain-lain dengan cita rasa yang masih Indonesia karena kebetulan yang punya cafe tersebut orang Jawa. Lalu di Asakusa ada ramen halal, harganya tidak terlalu mahal sekitar 600-700 Yen dan kalau tidak salah yang punya ramen tersebut orang Bangladesh. 

Kalau pergi ke Ueno ada cukup banyak makanan halal. Dan kalau datang ke sekitar Ameya Yokocho semacam pasar yang menjual tidak hanya makanan tapi ada juga pakaian dan lain-lain. Mungkin kalau di Bandung seperti pasar baru. Disana banyak orang-orang dari daerah Nepal, Iran yang menjual kebab dan sepertinya mereka menghafalkan beberapa kosakata Indonesia. Kalau ada yang memakai hijab biasanya selalu bilang “halal halal”.

Di dekat tempat tinggal Wina ada juga yang jualan kebab dan halal juga. Ada juga makanan Bali, tapi harus hati-hati juga karena ada makanan yang tidak halalnya jadi pastikan bertanya dulu.

Untuk makanan halal ada juga yang jualan online di Facebook jadi nanti bisa diantar ke tempat tinggal. Makanan yang dijual seperti baso, lele dan masih banyak lagi. 

Sebetulnya yang harus lebih berhati-hati lagi itu untuk makanan instan. Seperti roti itu biasanya untuk pelapis atau pengembangnya itu ada yang mengandung babi. Jadi harus bener-bener dicek bahan-bahannya.

Tapi sekarang itu ada juga aplikasi yang bisa digunakan untuk mengecek apakah makanan kemasan tersebut halal atau tidak dengan cara men-scan nama aplikasinya halal gourmet japan. Nah kebetulan saya juga pernah pakai aplikasi ini, dan penggunaanya emang mudah banget, cukup scan / foto makanan kemasannya nanti terlihat hasilnya halal atau tidak.

Shalat dan Puasa
https://www.instagram.com/winarenanda/

Untuk shalat kalau sedang part time biasanya sambil curi-curi waktu. Karena kebetulan Wina ini kerja part time di restoran yang biasanya penuh ketika jam-jam makan jadinya harus curi-curi waktu ketika pengunjung sedang penuh. 

Untuk puasa ketika di sana Alhamdulillah lancar-lancar saja. Walaupun jam untuk makan sahur di sana itu biasanya sahur ketika tengah malam sekitar jam 12 atau jam 1 malam karena adzan subuh di Jepang itu sekitar jam 2 dini hari. Sedangkan adzan magrib itu sekitar jam 7 malam, jadi di Jepang itu puasa sekitar 16 – 17 jam.

Transportasi di Jepang
https://www.instagram.com/winarenanda/

Di Jepang itu sebetulnya cukup mudah menggunakan transportasi umum, tapi memang harus memperhatikan jalur transportasinya. Baik itu kereta ataupun bis sama saja, kita harus tahu jalur transportasinya dan platformnya. Atau kalau bingung bisa tanya ke petugas yang bekerja disana.

Untuk pembayaran bis itu biasanya harus pakai uang pas, karena kalau pakai uang yang lebih itu tidak akan keluar kembaliannya. Akan lebih praktis kalau pakai Kartu Suica karena cukup dengan di tap saja. Biasanya juga bisa mendapatkan diskon yang cukup lumayan.

Wina sering menggunakan sepeda di sana. Uniknya sepeda di Jepang itu ada nomor platnya juga lho. Jangan lupa juga harus menyalakan lampu sepeda nya ya, kalau tidak bisa di tilang oleh polisi seperti Wina pernah ditilang karena lupa tidak menyalakan lampu. 

Menurut pengalaman Wina ketika di tilang oleh polisi itu malah polisinya yang minta maaf. Polisinya bilang “maaf saya mau mengambil waktu kamu, karena kamu tidak menyalakan lampunya nanti bisa membahayakan nyawa kamu, jadi ini peringatan ya”. Mantap banget ya peringatannya, malah polisinya yang minta maaf duluan huhu.

Di Jepang ada peraturan untuk tidak menelepon ketika di bis atau di kereta. Tapi kamu bisa dengan tenang dan ketika berkendaraan menggunakan kendaraan umum disana. 

Kalau ada barang yang hilang biasanya bisa benar-benar kembali lagi pada pemiliknya. Tapi ada juga yang tidak kembali, dan biasanya kalau ditemukan oleh orang Jepang biasanya barang hilangnya kembali, tapi kalau ditemukan oleh orang asing jarang yang dikembalikan. Jadi walaupun aman tetap harus berhati-hati, apalagi kalau ke daerah yang banyak orang asingnya.

Kalau kata Wina, jangan sampai kebablasan tidur di kereta di Jepang ya, soalnya tidur di kereta di Jepang itu nyaman haha. Naik kereta ketika rush hour disana di beberapa stasiun tertentu memang bener suka di “jejel” sampai didorong-dorong walaupun sudah penuh.

Jam keberangkatan transportasi disana itu benar tepat waktu, tapi ketika ada keterlambatan biasanya ada pemberitahuan. Kecuali ada kejadian bunuh diri, kadang bisa tertahan di kereta. 

Awal-awal Wina merasa kasihan ketika ada yang bunuh diri, tapi karena mengalami beberapa kali kejadian keterlambatan karena yang bunuh diri lama-lama merasa kesal juga karena merasa merugikan urusan orang lain. Duh, serem juga ya kalau ampe sering liat yang bunuh diri.

Tata Cara Pembuangan Sampah di Jepang
https://www.instagram.com/winarenanda/

Di Jepang itu biasanya ada jadwal pembuangan sampah. Setiap daerah jadwalnya bisa berbeda-beda. Kalau misalkan lupa telat buang sampah itu harus menunggu lagi minggu depannya. Kebayang kan kalau sampah basah telat buang dan harus nunggu minggu depannya lagi huhu.

Nah jadwal pembuangan sampah ini pasti bakalan jadi salah satu pr buat membiasakan ya kalo di Jepang. Dan kalau kata Wina itu anehnya tempat sampahnya itu ga bau, dan biasanya suka ada jaring-jaringnya gitu.

Pesan dari Wina, sabar-sabarlah kalau belum nemu tempat sampah. Bawa dulu aja sampahnya sampai kamu nemu tempat sampah ya. Di Indonesia pun biasakan buang sampah di tempatnya ya, lebih bagus kalau udah bisa pilah-pilah sampah.

Cuaca di Jepang
https://www.instagram.com/winarenanda/

Ketika ada bencana topan di Jepang itu ada pengumuman di TV dan biasanya ke hp pun ada pemberitahuan. Emang ya di Jepang itu aware banget sama bencana. Wina pernah ngerasain ada topan disana dan katanya emang serem, tapi anehnya orang-orang disana kaya biasa aja, dan malah yang datang ke restoran tempat Wina part time itu malah banyak. Hmm apakah karena sudah biasa? Dan sekalian berlindung ya?? 

Kalau waktu musim panas, biasanya karena dehidrasi itu banyak orang yang pingsan bahkan meninggal. Dan kata Wina suka dikasih permen dan rasanya asem asin gitu dan kalau kurang minum suka dimarahin katanya. 

Tempat Wina tinggal di Jepang waktu itu adalah kota terpanas tahun itu (2018) sampai 41 derajat. Selain itu jangan menyimpan makanan di luar kulkas, karena cepat busuk.

Sedangkan ketika musim dingin yang harus diperhatikan itu kulit jadi cepat kering bahkan bisa sampai kaya bersisik luka dan berdarah karena saking keringnya. Jadi harus selalu pakai lipbalm, lotion, penghangat ruangan, jaket kalau bisa yang bulu angsa , hot pack, sarung tangan dan syal.

Cuaca yang paling aman untuk yang biasa di daerah tropis ini, ketika musim semi dan musim gugur. Karena biasanya musim semi itu cuacanya hangat-hangat sejuk gitu, kalau musim gugur udah mulai dingin.

Hal Unik Di Jepang
https://www.instagram.com/winarenanda/

Ketika ada truk yang mau belok di jalan raya itu truknya itu mengeluarkan suara dan memberitahu “hati-hati ada mobil besar mau belok”. Unik ya, bisa gak ya kalau di Indonesia kaya gini hihi.

Terus kalau mengantri di toilet itu diluar toiletnya, bukan di depan bilik-bilik toilet kaya disini. Jadi ada semacam batas untuk mengantri dimana, nah pas ada yang keluar baru deh masuk ke toiletnya.

Terus kalau beli cemilan di minimarket itu jarang banget ada orang yang langsung makan cemilannya dan katanya aneh menurut mereka. Disana itu jarang banget liat orang yang ngemil sambil jalan kaki katanya. Kalaupun ada kaya para pekerja yang makan sambil lari-lari kaya di anime-anime atau drama Jepang. Dan di stasiun pun ga ada yang sambil makan.

Yang Dirindukan Di Jepang

Wina ini paling kangen sama cuaca dan udaranya, karena disana itu udaranya bersih gitu. Dan anehnya kendaraannya itu ga ada asepnya, jarang ada kendaraan yang berasap. Kalaupun lagi musim panas dengan terik mataharinya yang menyengat, tapi cuacanya tetap enak karena bersih.

Banyak taman, trotoarnya aman banget buat dipakai jalan santai. Tempat-tempat tenangnya, lingkungannya yang bersih. Jadinya kalau lagi libur suka jalan-jalan ke taman. Kalau yang suka nonton drama Jepang atau anime kebayang mungkin ya taman-taman di Jepang kaya apa. Andai di Indonesia kaya gitu juga ya, seru banget.

Saya sih ngerti banget kenapa Wina suka tempat-tempat tenang gini, soalnya dia anaknya melow-an, walaupun sekarang sepertinya sudah mulai berubah “sedikit” hihi.

Makasih banget buat teman cabe rawit ku ini Wina udah mau berbagi cerita serunya. Semoga segera bertemu dengan jodohnya ya, biar ga usah galau mulu dan ada yang nemenin dan perhatiin setiap saat hihi. Lancar-lancar buat S2 nya juga dan semoga sehat selalu.

Sekian cerita kali ini, buat temen-temen yang baca ini dan ada niatan buat jalan-jalan atau sekolah ke Jepang jadi ada gambaran kalau mau kesana apa aja yang harus disiapkan. 

Foto By: Wina Renanda

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published.