MARRIAGE LIFE

Pengalaman Seru Mengurus Pernikahan Sendiri

Mikirin persiapan untuk pernikahan kayaknya ribet ya? Tapi setelah saya mengalaminya seru dan susah-susah gampang haha. Alhamdulillah pada September 2018 yang lalu saya sudah menikah, kebetulan hampir semua persiapannya saya dan suami saya yang menyiapkan.

Setelah menentukan tanggal pernikahan bahkan sebelum tanggal pernikahan kami tentukan, kami sudah memulai membuat konsep pernikahan. Kebetulan kami menikah bukan di Bandung yang merupakan bukan tempat domisili ktp kami.  

Selain karena orang tua saya menginginkan saya menikah di Bandung juga karena keluarga besar saya banyak yang tinggal di Bandung, saya dan suami juga sama-sama kerja di Bandung jadilah kami memilih untuk menikah di Bandung saja.

Dikarenakan pernikahan ini sebetulnya diluar plan saya pada saat itu, jadi bisa dibilang persiapannya pun cukup singkat, kurang lebih sekitar empat bulan saja. Jadi setelah ada obrolan serius dari kedua belah pihak keluarga, kami langsung membuat persiapan tersebut. Dan dimulailah petualangan kami berdua membuat persiapan pernikahan.

Persiapan Pernikahan
  1. Gedung

Pertama kami menentukan pilihan lokasi pernikahan, karena menurut kami ini penting sekali. Kenapa penting? Karena lokasi ini akan berpengaruh ke pengurusan persyaratan menikah untuk melengkapi dokumen menikah di KUA. 

Karena bukan di domisili kami jadi kami membuat pilihan antara villa atau hotel. Dua pilihan ini ditentukan karena, keluarga besar suami saya jauh dari Bandung jadi supaya keluarga calon suami saya bisa beristirahat dulu sebelum hari H. Dan kalau keluarga saya mau menginap dulu pun bisa.

2. Konsep Pernikahan

Konsep pernikahan yang kami pilih adalah semi privat wedding. Ini dipilih karena kami ingin suasana kekeluargaan dan hanya kerabat dekat saja yang datang. Selain itu bisa menghemat budget juga hehe.

Karena semi privat wedding kami mau diacaranya cukup dengan nuansa santai atau semi formal. Kami tidak ingin diam diatas pelaminan, tapi bisa mendekati langsung tamu-tamu yang hadir. Dekor yang kami mau pun cukup yang simpel tapi tetap elegan

3. Biaya

Nah ini nih yang bikin harus muter otak haha. Ya, setelah mengetahui budget dan konsep pernikahan, kami mulai menyortir gedung, dekorasi, MUA, catering, dokumentasi, seserahan (hantaran) dan souvenir yang sesuai dengan budget kami. Saat itu menurut kami hanya itu yang paling penting, untuk hiburan kami lebih memilih menggunakan mp3 saja untuk menekan biaya.

Gedung Pernikahan

Dimulailah mencari info di internet, kami menemukan bahwa ada beberapa vendor yang membuat paket misal untuk gedung ada yang sudah dengan dekorasi, atau catering plus dekorasi, atau MUA plus dekorasi. 

Saat mengetahui ada wedding expo di Pusdai, akhirnya kami menyempatkan untuk datang kesana. Saat datang kami diberi pamflet oleh vendor-vendor yang ada disana. Selain diberi pamflet kami pun ditanya “kapan rencana menikahnya?”, “budgetnya berapa?”, “untuk berapa undangan?” kurang lebih itulah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh vendor-vendor yang ada disana.

Setelah pulang kemudian kami melihat-lihat pamflet yang diberikan yang harganya ternyata fantastis haha. Dari wedding expo kami “menandai” dua hotel yang harganya masih bisa masuk ke budget. Walaupun masih kurang sreg dengan dua hotel itu karena masih ada beberapa yang harus kami cari lagi dan kalau dihitung-hitung mungkin saja bisa over budget.

Dari wedding expo ini kami jadi tahu ternyata jika menggunakan jasa wedding organizer harus mengeluarkan budget yang tidak sedikit. Memang betul jika menggunakan jasa wedding organizer kita tidak usah pusing dan capek-capek mempersiapkan pernikahan, tapi setelah mengetahui akhirnya kami pada saat itu memutuskan akan meminta bantuan keluarga saja.

Kemudian kami mulai membuat list yang didapatkan dari internet dan wedding expo dan mulai membuat janji dengan vendor untuk melihat lokasi secara langsung. 

Setelah ada balasan dari vendor kami pun datang langsung ke tempat untuk melihat langsung dan bertanya lebih jauh lagi. Setelah beberapa vendor kami temui, akhirnya kami memilih Hotel Endah Parahyangan sebagai tempat menikah kami nanti. Karena paket yang ditawarkan oleh hotel tersebut masuk dengan budget kami. Hotel ini berada di perbatasan Bandung dan Cimahi letaknya juga strategis.

Saat itu saya dan calon suami bertemu dengan Teh Widi dan ternyata Teh Widi mempunyai jasa wedding organizer juga yang bernama Deiko Wedding. Setelah menjelaskan paket dari hotel, Teh Widi kemudian menawarkan juga paket dari wedding organizer yang Teh Widi punya dan menjelaskannya dengan detail.

Paket yang ditawarkan adalah 35jt all in, kami hanya tinggal duduk manis saja. Harga tersebut sudah termasuk dengan menginap semalam di Hotel Endah Parahyangan untuk pengantin, diskon khusus untuk keluarga CPP & CPW yang akan menginap kalau tidak salah sekitar 30%, MUA, dekorasi, catering, musik, dokumentasi, undangan, souvenir, bahkan buku tamu. Karena terkejut, kami sampai menanyakan beberapa kali biaya paket tersebut apakah betul 35jt sudah all in.

Belum kami fix memutuskan booking hotel disana, Teh Widi memutuskan untuk booked tanggal sementara untuk kami. Pada malam harinya Teh Widi masih chat saya, tentang beberapa pilihan MUA, konsep pernikahan yang diinginkan dan lain-lain. 

Dan yang pada akhirnya setelah berbicara dengan keluarga kami mantap untuk memilih hotel tersebut. Dan kebetulan juga lokasi hotelnya dekat dengan keluarga besar saya di Bandung.

Souvenir

Sembari menunggu balasan dari vendor, kami mulai mencari souvenir dan seserahan (hantaran). Suami saya waktu itu menyerahkan kepada saya untuk barang seserahan yang saya inginkan, jadi saya membuat list untuk barang seserahan yang saya inginkan.

Karena bingung barang apa saja yang harus dibeli, akhirnya saya mencari-cari info di internet dan menanyakan kepada bunda dan kakak saya. Dari info di internet, bunda dan kakak saya, saya baru tahu kalau ternyata barang seserahan (hantaran) ada maknanya. 

Mungkin di beberapa daerah bisa sama atau berbeda maknanya. Dan yang paling lucu maknanya menurut saya adalah seserahan (hantaran) pakaian dalam yang katanya ini bermakna sebagai seorang istri harus pandai menjaga rahasia suami dan keluarga. Saya pikir kenapa simbolnya harus celana dalam ya? Apakah karena pakaian dalam yang sudah pasti dipakainya di dalam? Jadi, yang di “dalam” itu harus dijaga dan tidak boleh diumbar haha.

MUA

Untuk pemilihan MUA ini saya cukup selektif, karena kebetulan saya tidak suka menggunakan make-up dan pengalaman beberapa kali menjadi pagar ayu kemudian makeup nya lumayan “uwaw” mangling banget dan merasa bukan jadi diri sendiri. 

Dari situ saya mulai mencari-cari MUA di Bandung yang make-up nya simpel dan terutama ga usah cukur alis biar ga cape-cape bilang, “jangan dicukur alisnya ya” selain memang ga boleh juga dalam agama.

Mulailah cari-cari info di instagram dan ada juga info dari kakak juga sepupu yang memberitahukan MUA ini dan itu. Minta price list dan paket-paketnya dan membanding-bandingkan demi menyesuaikan dengan budget dan cocok dengan saya hehe.

Akhirnya pilihan MUA saya jatuh ke Deasy Fillah. Karena pada saat saya lihat di bio instagramnya terpampang nyata tulisan “No Eyebrows trimming MUA”. Dan hasil makeup dari teh Deasy ini juga natural sesuai dengan yang saya inginkan. Bisa langsung cek aja ke instagramnya Deasy Fillah, cus!

Kemudian saya mengontak Teh Deasy, saya tanya price listnya. Ada 3 pilihan paket pada saat itu. Saya tanyakan satu persatu mengenai paketnya untuk memastikan. 

Teh Deasy pun akhirnya bertanya kapan rencana menikahnya, kemudian saya sebutkan rencana tanggal pernikahan saya dan saya pun menanyakan apakah pada tanggal tersebut masih kosong atau tidak. Karena kalau tidak, itu artinya saya harus mencari lagi MUA lain. Dan Alhamdulillah, jodoh memang tak kemana, pada rencana tanggal pernikahan saya itu, Teh Deasy masih kosong.

Setelah ok dengan harganya, make-up nya, dan saya pun melanjutkan membuat janji untuk bertemu supaya saya bisa melihat koleksi baju yang ada di galeri Teh Deasy. Kebetulan pada saat itu koleksi baju Teh Deasy memang belum banyak, jadi Teh deasy masih bekerja sama dengan Belva. Kalau belum cocok dengan baju yang ada di galeri Teh Deasy, bisa lihat-lihat koleksi baju yang ada di Belva.

Setelah cocok dengan baju yang ada di galeri Teh Deasy, berhubung saya anaknya agak malas kalau harus liat ke tempat lain, jadi saya lebih memilih baju yang ada di galeri Teh Deasy saja.

Saat itu warna yang saya pilih adalah putih untuk akad dan navy untuk resepsi. Untuk yang warna navy ini udah langsung jatuh cinta karena gaunnya simpel tapi tetap cantik Baju yang akan dipakai sudah dipilih, lanjut dengan fitting baju. 

Biasanya fitting baju dilakukan 2-3 kali, tapi saya hanya 2 kali fitting saja 3 bulan sebelum hari H dan 1 minggu sebelum hari H. Pada fitting baju terakhir, untuk baju akad saya menggantinya dengan model yang lain yang lebih simpel dan cantik.

Kebetulan Teh Deasy waktu itu memang sedang membuat gaun-gaun baru dan sudah menginfokannya. Saya dan suami pun jatuh cinta dengan gaun baru untuk akadnya, jadilah saya memilih gaun baru itu.

Kemudian dilanjutkan dengan makeup dan hijabdo yang diinginkan. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya tidak begitu suka menggunakan makeup, jadilah saya lebih memilih makeup natural dan minta agar tetap menjadi diri sendiri dan untungnya suami pun lebih suka makeup natural haha. Untuk cerita hasil makeup teh Deasy, akan saya bahas di postingan selanjutnya ya.

KUA

Setelah gedung sudah fix, akhirnya kami mulai mencicil mengurus surat-surat untuk syarat pernikahan. Karena bingung harus menyiapkan apa saja, akhirnya saya mencari-cari info lagi di internet, walaupun sebetulnya Bunda saya yang akhirnya menguruskan berkas KUA saya di tempat domisili saya. Kalau suami sih, dia ngurusin sendiri biar sekalian mudik katanya haha. 

Karena pernikahan bukan di tempat domisili kami, jadi saya dan suami tetap harus mengurusnya persyaratan nikah di KUA Bandung yang dekat dengan lokasi pernikahan. Setelah semua berkas terkumpul, kami pun segera mendaftarkan diri ke KUA yang lokasinya dekat dengan gedung pernikahan. 

Oleh petugas disana berkas persyaratan diperiksa, ditanya kapan menikahnya, tempatnya dimana dan seputar berkas syarat pernikahan lainnya. Ternyata petugas pada saat itu adalah yang akan menjadi penghulu di pernikahan kami. 

Setelah berkas administrasi lengkap kami tinggal menunggu hari H saja nanti. Untuk info pengurusan persyaratan pernikahan yang lebih lengkapnya akan saya bahas di postingan berikutnya.

Wedding Organizer

Berhubung saya dan suami pada akhirnya menggunakan jasa wedding organizer dari Deiko Wedding dikarenakan harganya yang masuk budget, jadi kami sangat terbantu dengan persiapan pernikahan ini dan pada akhirnya keluarga kami pun bisa menikmati  suasana pernikahan kami.

Kami menjelaskan konsep pernikahan yang kami inginkan. Mulai dari dekorasi ingin yang simpel saja, dan Teh Widi memberikan saran menggunakan konsep pernikahan “Raisa” haha. Oke, memang dekorasinya simpel, cantik dan elegan. Saya dan  suami pun setuju dengan konsep dekorasi yang diberikan.

Gak cuma dekor, kartu undangan untuk pernikahan saya pun dibuatkan oleh Deiko Wedding. Tinggal pilih template yang diinginkan, dan sebelum dicetak, jangan lupa buat cek dan ricek lagi deh nama, tanggal dan tempat yang ada di kartu undangan, setelah ada beberapa kali pengecekan, kartu undangan pun selesai dicetak. Setelah kartu undangan selesai, saya jadi “deg-degan” dan bilang “ini serius saya mau nikah?” masih belum percaya haha.

Seperti sudah saya sebutkan di atas, saya menggunakan konsep semi privat untuk pernikahannya. Jumlah undangan saya pada waktu itu sekitar 200 undangan. Jadi kalau dikalikan dua, totalnya ada 400 undangan. Jumlah tersebut sudah termasuk keluarga ya. 

Nah, jumlah undangan juga berpengaruh pada jumlah catering, undangan dan souvenir yang dipesan. Jadi kalau nanti teman-teman mau mengundang 500 undangan, berarti total ada 1.000 orang yang hadir. Ingat untuk selalu dikalikan dua ya.

Kemudian untuk souvenir karena di paket hanya ada dua pilihan, saya pun menanyakan apakah bisa pesan souvenir tapi bukan dari pilihan yang ada. Dan yes, bisa! Saya dan suami menginginkan souvenir yang berguna, dan kami memilih pouch untuk menjadi souvenir.

Karena dari paket sudah termasuk entertainment kami pun diminta untuk membuat list lagu yang diinginkan. Saya serahkan urusan lagu ini ke uami saya untuk memilihnya.

Tak lupa kami juga melakukan test food setelah menentukan pilihan menu yang kami inginkan. Ini penting banget loh, karena kita mengundang orang dan pasti makanan akan diingat oleh orang yang kita jamu. 

Makanan dari cateringnya Deiko Wedding ini enak loh. Kita bisa request kalau pengen makanannya lebih ke gurih, pedas, asin atau sesuai dengan selera yang diinginkan aja. Dan yang paling juara es krim ketannya, pengen lagi haha.

Pada h-7 diadakan technical meeting untuk persiapan pernikahan nanti. Susunan acara dari acara dimulai sampai dengan selesai pun dibuatkan. Jika ada yang ingin ditambahkan atau dikurangi kami jelaskan pada saat itu. 

Setelah selesai, kami hanya tinggal menghitung hari saja dan berharap agar semua yang kami rencanakan berjalan dengan lancar. Buat yang mau lihat-lihat servicenya Deiko Wedding bisa langsung cek instagramnya aja nih, cus!

Persiapan Lahir dan Batin

Selain persiapan tadi, gak kalah pentingnya persiapan lahir dan batin ini haha. Kenapa? Karena menikah tidak seindah drama Korea atau cerita negeri dongeng. Dan justru dengan menikah akan ada ujian-ujian baru yang harus dihadapi (gaya bener ngomongnya haha). Dan bahkan jadi bisa mengetahui kebiasaan pasangan yang mungkin sebelumnya tidak tahu.

Pada saat sebelum menentukan untuk menikah, saya sering diingatkan untuk selalu “siapkan dirinya ya, siapkan diri”. Dan saya berdoa pada Allah SWT untuk meyakin saya, memantapkan hati saya untuk melangkah ke jenjang selanjutnya untuk melengkapi setengah ibadah saya. Dan Alhamdulillah, Allah pun meyakinkan dan memantapkan hati saya untuk segera menikah.

Tak jarang ada kejadian para calon pengantin yang tidak jadi menikah karena godaannya ternyata cukup dahsyat walaupun hanya karena hal sepele dan tidak tahan dengan godaan tersebut. Mungkin setiap orang godaannya akan berbeda-beda. 

Bisa saja godaan itu datang dari keluarga, teman, mantan, atau bahkan calon pasangan. Bunda saya bilang, kalau kita berencana untuk menikah, akan banyak godaan yang dialami karena setan ingin memisahkan calon pengantin tersebut agar tidak jadi menikah. Makanya harus siap lahir dan batin.

Apa godaan yang saya alami pada saat itu? Saat itu saya sempat bertengkar hebat dengan kakak saya, dan baru kali itu saya bertengkar seperti itu. Godaan lainnya datang dari pekerjaan saya yang tiba-tiba ada masalah ini dan itu. Pada h-1 tinggal menghitung jam saja, saya dan suami saya bertengkar hanya karena hal sepele. Kalau diingat-ingat lagi lucu juga kejadian itu haha. Kejadiannya apa?? cukup saya dan suami saja yang tahu haha.

Dan Alhamdulillah saya sudah menikah dengan suami saya sekarang. Alhamdulillah bisa melewati godaan yang kami alami. Terima kasih kepada vendor-vendor dan terutama keluarga saya yang selalu mendukung dan mendoakan pernikahan saya ini. Terima kasih banyak. Semoga saya dan suami bisa menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, aamiin.

Sekian cerita pengalaman seru saat mengurus pernikahan saya. Semoga teman-teman yang sedang menyiapkan pernikahannya selalu diberikan kelancaran dan setelah menikah bisa menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah

Dan semoga cerita ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang sudah mampir baca. Kalau mau mempersiapkan pernikahan, ingat, siapkan lahir batinnya juga, dan yang paling penting lagi temukan dulu jodohnya ya, kalau ga ada pasangannya gimana mau nikahnya? hehe. Kalau ada yang mau sharing pengalamannya atau mau tanya-tanya boleh isi kolom komentarnya, Insyaallah akan saya balas secepat yang saya bisa.

Share:

2 thoughts on “Pengalaman Seru Mengurus Pernikahan Sendiri”

    1. Hai ka Maisa, kalau yang paket dari Deiko Wedding dulu itu yang paket 35jt all in untuk 150 tamu undangan, 300 pax Kak 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *