COVID-19 (Corona Virus)
LIFE JOURNAL

Pandemi COVID-19

COVID-19 atau yang dikenal juga dengan Virus Corona yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada Desember 2019 lalu telah menghebohkan dunia. Banyak korban yang berjatuhan akibat virus ini, karena penularannya yang sangat cepat.

 

Di Indonesia sendiri kasus COVID-19 ini baru ditemukan sekitar awal maret dan hingga catatan ini saya tulis, setidaknya sudah ada sekitar 50 orang yang meninggal dalam 20 hari terakhir sejak virus ini ada di Indonesia.

 

Pengumuman dari pemerintah untuk melakukan social distancing, penutupan tempat wisata pemerintah, belajar dan kuliah online bagi sekolah dan perguruan tinggi juga Work From Home (WFH) bagi para pekerja walaupun belum semua perusahaan bisa melakukan ini, hingga fatwa ulama yang akhirnya menutup akses masjid adalah upaya untuk memperlambat atau mengurangi penyebaran virus ini.

Hal yang membuat saya agak miris adalah masih banyak orang yang acuh dengan himbauan tersebut. Bahkan gak lama dari pengumuman pemerintah untuk #diemdirumah ada segelintir orang yang memanfaatkan untuk berlibur atau berwisata.

Di sekitaran rumah saya pun masih banyak orang yang tidak patuh pada himbauan itu. Kebetulan juga rumah ada disekitar lingkungan kost-kostan mahasiswa yang pasti ramai oleh mahasiswa juga warga sekitar. Tapi minggu ke-2, saat saya harus keluar rumah untuk membeli kebutuhan rumah, dijalanan sudah mulai sepi, ntah pada mudik atau memang pada #diemdirumah.

Hal yang membuat miris yang lainnya adalah fenomena panic buying yang mengakibatkan beberapa bahan pokok menjadi langka. Tidak hanya bahan pokok, hingga kebutuhan seperti APD (Alat Perlindungan Diri), masker dsb pun menjadi langka. Padahal APD, masker dsb itu sangat dibutuhkan oleh tenaga medis.

Tenaga medis yang ada di garda depan untuk membantu pasien yang terkena virus ini pun mulai kelelahan, bahkan ada yang sampai meninggal ada sekitar 6 atau 7 orang dokter dan 1 perawat yang meninggal hingga catatan ini saya tulis.

 

Dan masih banyak kejadian lainnya yang membuat miris dan sedih. Yang pasti, mari kita sama-sama menjaga, sama-sama mengurangi dampak virus ini. Kita harus bersama saling menjaga dan ikuti himbauan yang sudah dikeluarkan demi kebaikan bersama.

 

Saya yakin Allah menciptakan ini semua pasti ada maksud baik dibalik kejadian ini. Mungkin ini menjadi teguran, peringatan, ujian bagi kita agar bisa kembali mendekat kepada Allah. Karena mungkin kita sudah sangat disibukan dengan urusan dunia, termasuk saya yang menulis ini.

 

Allah menunjukan kepada kita, bahwa dengan virus yang ukurannya yang teramat sangat kecil itu bisa menggegerkan kita manusia-manusia yang lemah juga sombong ini termasuk saya yang menulis.

 

Betapa kita khususnya saya sudah terlalu banyak dosa hingga Allah menurunkan wabah ini. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua dan menyembuhkan kembali dunia dari wabah ini.

 

Semoga wabah ini usai sebelum Ramadhan tiba nanti. Tak terbayang rasanya jika wabah ini masih ada saat Ramadhan yang hanya tinggal menghitung hari. Semoga kita bisa menyambut Ramadhan tahun ini dalam keadaan sehat walafiat dengan kondisi yang sudah membaik agar kita bisa berkumpul kembali dengan keluarga tercinta.

 

Wabah ini pun mungkin salah satu cara Allah menguji iman kita, dimana banyak sekali manusia-manusia termasuk saya goyah dengan kejadian wabah ini. Betapa manusia ini teramat lemah, apalagi saya yang menulis. Semoga iman kita semakin kuat dengan kejadian ini.

 

Dibalik kejadian sedih ini, beberapa fenomena alam yang membuat takjub menjadikan udara di beberapa negara menjadi bersih, air di sungai venesia jernih bahkan ikan, dan angsa berdatangan kembali, bisa coba di googling sendiri foto-fotonya yang sudah tersebar.

 

Mungkin ini salah satu  cara Allah menunjukan kepada kita, bahwa dunia ini sudah terlalu banyak kita dzalimi. Dengan adanya wabah ini dunia seperti sedang menekan tombol “restart” agar bisa sembuh dari kedzaliman kita manusia.

 

Teringat dari salah satu postingan di instagram dari @hijabalila yang mengatakan “saat ini dan selamanya PR kita bukan hanya meningkatkan sistem imun, tapi juga sistem iman”. Keduanya harus selalu kita jaga kapanpun, dimanapun, sampai kapanpun harus selalu kita jaga.

 

Berpikiran positif dan selalu berprasangka baik kepada Allah, yakin kita bisa melewati ini. Karena Allah telah berjanji, tidak ada penyakit selain Allah ciptakan pula obatnya. Dan Allah tidak akan menguji hambanya diluar kemampuannya. Jadi, Insyaallah kita semua pasti bisa melalui ini semua.

 

Ingat pesan Nabi Muhammad SAW tentang isolasi yang diajarkan beliau, “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.

 

Juga jangan lupa tingkatkan ibadah kita, perbanyak doa dan dzikir. Selalu berpikiran positif dan berprasangka baiklah kepada Allah. Semoga Allah selalu melindungi kita semua, memberikan kesehatan kepada kita semua dan semoga wabah ini segera berlalu. Aamiin.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published.