SUSTAINABLE LIVING

Ecobricks: Salah Satu Cara Mengelola Sampah Plastik

Buat penggiat lingkungan mungkin sudah tidak asing dengan istilah ecobrick. Bagi saya sendiri istilah ecobrick ini pertama kali saya kenal sekitar akhir tahun 2018. Berawal dari teman kantor yang pada saat itu mulai mengumpulkan sampah-sampah plastik dari jajanan camilan yang ia beli. Terkadang saya liat dia menggunting plastik-plastik tersebut dan dikumpulkan. 

Karena penasaran saya tanyalah ke temen, buat apa plastik-plastik itu? Terus dia jelasin secara singkat tentang ecobrick ini. Dari situ mulai tertarik sama ecobrick ini. Dan kebeneran juga, temen tu update tentang si ecobrick di instagram story dia, jadi lanjutlah kepo tentang ecobrick ini.

Belajar Singkat Tentang Ecobrick

Sebelum akhirnya bikin ecobrick saya cari-cari dulu tu info mengenai ecobrick, mulai dari fungsi, manfaat sampai ke cara pembuatannya. Temen-temen bisa juga liat video info tentang ecobricks di bawah ini ya.

Ecobrick ini dijadikan sebuah alternatif pengganti bata yang biasa dipakai untuk membuat bangunan. Kok bisa jadi alternatif pengganti bata konvensional? Jadi, ecobrick ini dibuat dari plastik-plastik yang dipadatkan dan dimasukan kedalam sebuah botol plastik. 

Dengan membuat ecobrick ini kita bisa ikut menjaga lingkungan dengan setidaknya mengurangi efek pemanasan global. Biasanya ecobrick ini dimanfaatkan untuk membangun perabotan di dalam ruangan, untuk dinding kebun atau ruang hijau dan lain sebagainya.

Cara Membuat Ecobrick

Setelah baca-baca tentang ecobrick ini buat bikinnya itu ga bisa sembarangan. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum membuat ecobrick. Beberapa bahan yang harus disiapkan yaitu, bolot plastik berukuran 600ml, gunting, stik kayu/tongkat dan tentunya sampah plastik yang sebelumnya sudah dibersihkan.

Kalau semua bahan sudah ada, bisa mulai nyicil cuci sampah plastik dan dikeringkan. Pastikan ga ada  kotoran yang menempel di plastiknya ya supaya kebersihannya tetap terjaga. Kalau udah bersih udah bisa mulai digunting kecil-kecil sampah plastiknya.

Kalau udah dipotong kecil-kecil masukin deh ke botol plastik sampai botolnya penuh. Ga dipotong kecil-kecil dulu juga bisa sih sebenernya. Terus bisa mulai diteken sama stik kayu atau tongkat biar isi botol plastiknya padet. Kalau botol pasltiknya pas diteken ga ngeluarin suara, berarti botol plastiknya udah padet. Untuk botol plastik ukuran 600 ml itu beratnya harus sampai sekitar 200 gr.

Butuh waktu lebih dari 3 bulan waktu bikin ecobricks ini. Karena ngumpulin sampah plastik dari belanjaan, belum lagi harus nyuci dulu sampah plastik dan nunggu kering. Terus digunting kecil-kecil ampe akhirnya penuh. 

Kalau temen-temen masih ada yang bingung cara bikin ecobricks bisa coba liat video di bawah ini ya buat cara pembuatannya.

Untuk temen-temen yang tertarik untuk mempelajari tentang ecobricks lebih jauh bisa coba kunjungi website ecobricks.org ya. Disana lengkap banget dibahas tentang sejarah plastik sampai ke pembuatan ecobricks

Terus kalau udah bikin tapi masih belum tau mau dibikin apa buat di rumah, temen-temen bisa coba cari waste management yang nerima ecobricks. Kalau di Bandung itu ada Plastavall yang nerima ecobricks. Temen-temen bisa coba liat disini juga untuk beberapa daftar bank sampah yang ada hampir di seluruh Indonesia. Bisa ditanya-tanya juga sampah yang diterima itu sampah apa aja.

Sampai sekarang pun rasanya masih butuh banyak belajar buat tanggung jawab sama sampah-sampah dari hasil belanja ini itu. Selain membuat ecobrick ada juga cara lain untuk mengurangi sampah plastik, salah satunya dengan membawa tas belanja sendiri dan membawa wadah makanan sendiri setiap kali belanja.

Ayok bareng-bareng belajar bertanggung jawab sama sampah plastik yang telah digunakan. Setidaknya belajar untuk mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai atau kalau sudah terlanjur bisa coba untuk di reuse, upcycle atau di recycle dan bisa coba buat ecobrick juga.

Semoga sedikitnya usaha kita mengurangi sampah plastik ini bisa menjadi salah satu usaha untuk menjaga alam di dunia khususnya di Indonesia. Temen-temen ada yang pernah buat ecobrick juga kah? Atau ada cara lain buat mengolah limbah sampah plastik selain dibuat ecobrick? Boleh coba share di kolom komentar ya.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *